Bimtek Penanggulangan Kebocoran-NRW di Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut

Dirut Utama PDAM/PERUMDAM Tirta Intan Garut menyampaikan bahwa Bimtek penangan NRW ini yang dilaksanakan tanggal 13 oktober 2021 di Villa Cahaya Kabupaten Garut ini memberikan pemahaman dan keterampilan serta kesigapan teknisi dalam menghadapi NRW sekaligus merespon KEBOCORAN.

NRW kepanjangan dari Non Revenue Water (NRW) atau (ATR) Air Tak Berekening yaitu adanya perbedaan jumlah air yang masuk ke sistem distribusi dengan air yang tercetak di rekening. Kebocoran-NRW itu diakibatkan oleh dua paktor, pertama air yang dikonsumsi tak berekening., kedua kehilangan air Menurut H. Aja Rowikarim sebagai dirut PERUMDAM/PDAM Garut, kita orang PDAM menyadari bahwa kebocoran PDAM itu tinggi karena dua faktor tersebut.

Adapun Konsumsi tak berekening terbagi menjadi dua kategori yaitu 1) Konsumsi Tak Berekening Bermeter 2). Konsumsi Tak Berekening Tak Bermeter. Sedangkan kehilangan air, ungkap H. Aja terbagi menjadi dua pula yakni1). Kehilangan Non Fisik atau Semu dan ke 2). Kehilangan Fisik atau Nyata.

Dengan adanya bimtek ini di harapkan peserta bimbingan teknis penanganan Kebocoran di perusahaan umum daerah air minum tirta ini diantaranya :

1. mampu : Memahami konsep dasar NRW

2. Mampu mengidentifikasi permasalahan NRW di Cabang masing-masing.

3. Mampu memahami tahapan pelaksanaan penurunan NRW

4. Menjelaskan tahapan pelaksanaan penurunan NRW dan mengidentifikasi skala prioritas penurunan NRW yang dapat diwujudkan yang paling efektif.

5. Mampu memahami dan mengembangkan konsep upaya perbaikan NRW di cabnagnya masing-masing sesuai dengan karakter wilayah dan jaringannya

6. Mampu memahami tahapan pembentukan tim yang paling cocok diterapkan sehingga nantinya dapat menggerakkan agenda peningkatan kinerja.

 

Adapun harapan pasca bimtek ini ada kesepahaman Bersama nahwa NRW turun. NRW rendah tentunya manfaatnya bagi semua yaitu ;

1. Meningkatkan jumlah ketersediaan air untuk dikonsumsi

2. Menurunkan biaya operasi.

3. Meningkatkan pendapatan karena lebih banyak air yang dapat terjual.

4. Pemanfaatan sumber air baku yang ada akan lebih optimal.

5. Penyelenggaraan SPAM air minum mendapatkan akses tambahan dalam bentuk perputaran uang yang dihasilkan sendiri

6. Penyelenggaraan SPAM mengurangi sambungan-sambungan ilegal sehingga menciptakan keadilan antar para pengguna.

7. Penyelenggaraan SPAM lebih efisien dan berkelanjutan bisa meningkatkan layanan pelanggan.

8. Melindungi kesehatan masyarakat akibat adanya kebocoran pipa dengan memperbaiki pipa yang bocor.

 

Dalam implemnentasinya tentu ada peran pemangku kepentingan untuk turunnya NRW ini. Dan bukan hanya tanggung jawab PDAM saja melainkan NRW itu bisa turun dengan keterlibatan :

A. Pemerintah

Dalam upaya penurunan NRW pemerintah berperan besar sebagai pengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk mengkaji dan menyetujui strategi. Pemerintah memiliki beberapa peran dalam mendukung penurunan NRW yaitu sebagai berikut:

1). Pengaturan berupa pembuatan berupa pembuatan kebijakan dan strategi pengembangan air minum sampai dengan pemberian izin pneyelengaraan penurunan NRW

2). Pembinaan yang meliputi kewenangan untuk penyelesaian masalah dan manajemen pelayanan air minum.

3). Pembangunan, antara lain berupa pemberian bantuan teknis guna mendukung program penurunan NRW

4). Pengawasan yang mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan program penurunan NRW serta melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program dan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriterianya.

B. Penyelenggara SPAM

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar Nomor 27 tahun 2016 disebutkan bahwa Pelaksana Penyelenggaraan SPAM yang selanjutnya disebut Penyelenggara SPAM adalah Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Unit Pelaksana Teknis, Unit Pelaksana Teknis Dinas, Badan Usaha, dan Kelompok Masyarakat yang melakukan Pengembangan SPAM dan Pengelolaan SPAM. Dalam hal ini, pihak penyelenggara SPAM berperan sebagai pelaksana dengan melakukan kegiatan program penurunan NRW yang meliputi kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik program penurunan NRW dan pelayanan air minum. Pihak penyelenggara harus menentukan strategi dalam upaya pemecahan masalah NRW.

C. Masyarakat

Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM perlu didorong dalam rangka perubahan perilaku masyarakat menuju budaya hidup yang lebih sehat serta mendukung keberlanjutan pelayanan air. Dalam menyusun kebijakan dan strategi nasional penyelenggaraan pengembangan SPAM khususnya program penurunan NRW, pemerintah harus melibatkan masyarakat/pemangku kepentingan melalui konsultasi publik sebagai upaya melibatkan masyarakat/pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat juga dapat berperan dalam fungsi pengawasan dengan menyampaikan laporan dan/atau pengaduan kepada Pemerintah, PDAM atau pihak-pihak terkait jika mengetahui adanya tindakan pencurian air, kebocoran pada pipa, dan hal-hal lain yang menyebabkan kehilangan air sehingga dapat langsung ditindak lanjuti dengan segera. Keterlibatan masyakarat ini diharapkan dapat membantu mewujudkan tujuan dari penyelenggaraan program penurunan NRW.

ddd

Mengatasi NRW secara efektif memerlukan satu upaya bersama dari pemerintah maupun stakeholder lainnya yaitu penyelenggara SPAM dan masyarakat. Pemerintah berperan besar sebagai pengambil keputusan dan pembuat kebijakan, pihak penyelenggara SPAM berperan sebagai pelaksana dengan melakukan kegiatan program penurunan NRW yang meliputi kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik program penurunan NRW dan pelayanan air minum. Sedangkan masyarakat berperan dalam fungsi pengawasan terhadap tindakan-tindakan yang menyebabkan kehilangan air.

Sebagai Tindak lanjut Penanggulangan Kehilangan Air, Direktur Utama, H. Aja Rowikarim mengatakan langkah awal dalam upaya menurunkan NRW adalah membentuk tim untuk penurunan NRW. Pembentukan tim sedapat mungkin melalui mekanisme kesukarelaan, kemudian ditetapkan dengan surat keputusan Direksi, dan mendapat dukungan dari segenap direksi dan jajaran manajemen lainnya.

Selain pembentukan tim penurunan NRW, adanya komitmen dan komunikasi  internal di PDAM sangat penting dilakukan. Komitmen terhadap terwujudnya penurunan NRW dimulai dari manajemen puncak, manajemen menengah, pengawas hingga operator.

Sedangkan komunikasi akan menjadi sarana untuk membangun proses perubahan. Proses perubahannya pun bertahap sesuai dengan 3 aspek psikologis komunikasi yang menyangkut perubahan pemahaman, sikap dan perilaku.

 


Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *




0 Komentar